Info SehatQ.com, Ini Lho Penyebab Mengapa Jerawat Tidak Juga Sembuh

Mengalami permasalahan jerawat bagi sebagian orang sama seperti ‘perang’. Bagaimana tidak, penyakit kulit satu ini memang menjadi penyakit yang sulit disembuhkan dan bisa dialami oleh siapa pun. Terkadang penderitanya tidak mengerti mengapa jerawat di kulitnya tidak juga sembuh meski sudah melakukan banyak perawatan kulit. Menurut SehatQ, terdapat beberapa penyebab yang sering tidak diperhatikan dan menjadi pemicu mengapa jerawat tidak juga sembuh.

Jerawat Tak Kunjung Sembuh


Selain tentunya melakukan konsultasi dan tanya dokter ahli kulit, Anda bisa jauhi lebih dulu berbagai penyebabnya sebagai berikut:

1. Sering Melakukan Perjalanan

Penyebab pertama ialah sering melakukan perjalanan. Biasanya kita akan mengendarai atau mengandalkan kendaraan untuk mencapai sebuah tempat. Masalah kulit bisa dipicu oleh penggunaan AC dalam kendaraan yang terkena kulit dalam waktu sering, atau pun lama. Misalnya saat menggunakan pesawat yang memiliki tingkat kelembapan rendah, sehingga membuat kulit jadi kering.

Selain itu juga menaiki kendaraan lain seperti motor pun berisiko menyebabkan jerawat tidak juga sembuh karena area wajah yang terpapar kotoran, debu, dan sinar matahari langsung. Solusinya, lebih perhatikan kondisi kulit dengan menjaga kelembapan dan kebersihannya.

2. Terkena Pasta Gigi

Kegiatan menyikat gigi terdengar biasa saja. Namun ternyata pasta gigi yang mengenai area mulut dan dagu bisa menjadi penyebab munculnya jerawat, ataupun memperparah kondisi jerawat. Usahakan untuk bersihkan pasta gigi di area mulut sehabis menyikat gigi. Anda juga bisa gunakan pasta gigi tidak berbusa.

3. Sarung Bantal yang Kotor

Muncul jerawat di area pipi yang membandel? Bisa juga disebabkan karena sarung bantal tidur di kamarmu tidak bersih. Biasakan mengganti sarung bantal 1-2x setiap minggunya. Bantal menjadi benda yang sering kita tinggalkan dan tempat menumpuk debu. Selain itu kotoran wajah dan sel-sel kulit mati bisa menempel pada bantal setiap kita tidur, menjadi sarang bakteri.

4. Bakteri di Ponsel

Ponsel pun bisa menjadi penyebab mengapa jerawat Anda tidak juga mereda. Hal ini karena bakteri dan kuman mudah menempel pada ponsel, sementara banyak dari kita yang kurang memperhatikan kebersihan benda satu ini. Anda bisa bersihkan ponsel menggunakan cairan yang mengandung alkohol seperti hand sanitizer atau tisu basah beralkohol rutin setiap hari.

5. Terlalu Sering Menyentuh Wajah

Kalau ada jerawat di wajah memang sering membuat tangan kita gatal ingin memegang-megang. Kebiasaan ini malah akan memperparah jerawat lho! Hindari terlalu sering menyentuh wajah karena tangan kita belum tentu bersih. Apalagi saat melakukannya kita sering tidak sadari.

6. Konsumsi Makanan yang Kurang Tepat

Jerawat bisa semakin parah karena mengonsumsi makanan atau minuman pemicu. Makanan dan minuman tinggi gula dan lemak bisa menjadi penyebabnya. Begitu juga dengan makanan pedas. Makanan tinggi gula bisa memicu jerawat karena mengurangi antioksidan pada kulit. Sedangkan makanan berlemak dan pedas membuat kulit memproduksi minyak (sebum) lebih banyak.

7. Jadwal Tidur yang Berantakan

Ketidakstabilan hormon akibat kurangnya beristirahat bisa memicu muncul jerawat dan memperparah kondisi jerawat. Terlalu sering tidur larut, atau pun tidur tidak berkualitas membuat hormon jadi tidak stabil. Usahakan tidur sebelum jam 10 malam. Anda bisa juga tingkatkan kualitas tidur agar tubuh beristirahat lebih optimal.

Anda bisa tanya dokter serta melakukan diskusi melalui SehatQ untuk mendapat lebih banyak informasi terkait penyakit kulit. Anda juga bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit dan klinik terdekat. Segala informasi mengenai berbagai penyakit dan berita seputar kesehatan dunia bisa Anda temukan.

Share:

Trik Mudah Membedakan iPhone Asli, Refurbished dan Rekondisi

Sejak tahun 2016 silam, produsen Apple telah menjual iPhone Refurbished pertama kali. Tentu pengguna iPhone yang ingin mendapatkan ponsel berbasis iOS keluaran terbaru dengan harga lebih murah menyambut penawaran ini. Apalagi ponsel iPhone yang dijual tetap memiliki keaslian dan garansi resmi dari vendor terkait. Sebelum Anda tertarik membeli iPhone 8 Plus, sebaiknya ketahui tentang cara membedakan iPhone original, refurbished dan rekondisi lebih dulu. 



Cara membedakan iPhone original dan rekondisi agar tidak salah beli 

Supaya Anda tidak tertipu oknum penipu yang menjual ponsel iPhone rekondisi yang mengaku asli, maka sebaiknya simak tips singkat berikut!

1. Ketahui perbedaan iPhone original, refurbished dan rekondisi

Apple menjual produk iPhone original yang dibandrol sama di semua toko resmi. Pihak Apple menjamin keaslian dan garansi produk iPhone original yang beredar ke pasaran. Apabila ada pelanggan yang komplain terkait kerusakan pada iPhone, maka pihak Apple akan menarik ponsel tersebut. Pelanggan akan mendapatkan ganti produk baru, sedangkan Apple melakukan perbaikan dan menjual kembali produk lama dengan label Refurbished yang lebih murah. 

Berbeda dengan ponsel iPhone rekondisi yang merupakan ponsel refurbished yang dipoles sebelum dijual kembali oleh pihak ketiga. Ponsel rekondisi bisa saja memiliki garansi dari pihak penjual, namun pihak Apple tidak bertanggung jawab dengan kualitas ponsel rekondisi. 

2. Cek model perangkat 

Jika membeli produk iPhone refurbished, Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas sebab Apple menjamin keaslian dan garansi produk. Hal serupa tidak bisa Anda dapatkan dari ponsel rekondisi. Di pasaran, ada oknum nakal yang menjual iPhone 8 Plus rekondisi dengan harga yang sama dengan ponsel iPhone original. 

Agar tidak mudah tertipu penipuan produk iPhone rekondisi, sebaiknya Anda melakukan pengecekan produk yang dijual. Masuk ke menu pengaturan, klik umum dan baca deskripsi yang terdiri dari kombinasi huruf dan angka tersebut. 

Kode M menunjukkan ponsel dilengkapi perangkat terbaru resmi dari Apple, kode F bermakna perangkat iPhone Refurbished sedangkan kode N merupakan Replacement Device atau perangkat sudah diperbaiki di service center resmi Apple.

3. Mengecek IMEI iPhone 

Ponsel original wajib terdaftar secara resmi dengan memiliki IMEI atau International Mobile Station Equipment Identity. iPhone refurbished tetap memiliki nomor IMEI yang terdaftar sehingga keaslian produk tetap terjamin. Di Indonesia, pemerintah Indonesia akan memblokir ponsel yang tidak terdaftar IMEI secara resmi. 

4. Harga 

Cara membedakan ponsel iPhone asli dan rekondisi bisa terlihat dari segi harga. Harga iPhone asli mematok harga resmi sesuai peraturan Apple, sedangkan harga ponsel yang mengalami perbaikan atau refurbished lebih murah 10-20 persen dari harga iPhone baru. 

5. Cek kemasan dan garansi 

Trik membedakan iPhone rekondisi bisa Anda lihat dari segi kemasan dan garansi yang ditawarkan. iPhone asli dan refurbished tersegel resmi dengan kelengkapan ponsel seperti charger dan kartu garansi 1 tahun. Ponsel iPhone rekondisi tidak memiliki garansi atau garansi dari penjual saja dan tidak memiliki kelengkapan bawaan. 

Agar Anda bisa membeli produk iPhone asli atau refurbished, sebaiknya beli produk di toko Apple atau distributor resmi. Harga yang ditawarkan sama dengan ketentuan yang diberikan vendor asal Amerika Serikat ini. Jangan sampai Anda membeli iPhone 8 Plus dengan harga mahal, tetapi mendapatkan kualitas ponsel rekondisi. Anda juga bisa membeli ponsel refurbished dengan harga lebih murah. Yuk, miliki iPhone yang memiliki fitur menarik yang anti bloatware, anti malware dan memiliki kesan mewah tersendiri.




Share:

Terkini

Label