Vaksin Covid-19 Pfizer, Moderna, atau Sinovac, Mana yang Terbaik?

Vaksin virus Corona merupakan salah satu cara untuk mengatasi gempuran Covid-19 yang sudah menyerah ke seluruh dunia. Vaksin corona sudah ditemukan di beberapa negara. Beberapa di antaranya telah mengalami pengujian dan sudah mendapatkan izin FDA, badan pengawas obat dan makanan Amerika.

Beberapa vaksin yang ramai diperbincangkan adalah Pfizer BioNTech, Moderna, dan Sinovac. Untuk Pfizer dan Moderna sudah mendapatkan izin dari FDA untuk digunakan di saat darurat dan beberapa negara telah mempergunakannya untuk memvaksin warga agar tidak terkena Covid-19. Sedangkan Sinovac masih menunggu hasil uji tahap 3.

BPOM Indonesia sendiri masih menunggu hasil dari pengujian tahap 3 yang dilakukan di Bandung dan Brasil untuk penggunaan vaksin Sinovac.

Perbandingan 3 Vaksin Covid-19

Sudah banyak informasi yang beredar seputar vaksin-vaksin Covid-19 ini. Anda tidak boleh ketinggalan mengenai informasi penting mengenai vaksin yang mungkin akan mampu menyelamatkan umat manusia ini. Berikut adalah perbandingan dari 3 vaksin yang telah disebutkan sebelumnya:

1. Pfizer BioNTech

Pertama adalah Pfizer, vaksin Covid-10 yang ditemukan oleh perusahaan farmasi Amerika yang bekerjasama dengan perusahaan biotechnology asal Jerman. Vaksin ini yang pertama kali mendapatkan izin dari FDA. Cara kerjanya dengan memanfaatkan DNA pada virus yang mengajarkan sel tubuh manusia untuk membuat antibodi untuk menahan gempuran Covid-19.

Vaksin ini memiliki tingkat keampuhan 90% terhadap virus Corona, hanya saja penyimpanannya membutuhkan suhu minus 70 derajat celcius yang mana membutuhkan logistik tingkat kesulitan tinggi sehingga sangat tidak bersahabat bagi negara miskin. 

Inggris merupakan negara yang sudah mempergunakan vaksin ini untuk vaksinasi massal. Amerika, Singapura, Kanada, Mexico, dan Arab Saudi akan segera menyusul.

2. Moderna

Vaksin virus Corona berikutnya yang sudah mendapatkan izin FDA adalah Moderna. Sama sepert Pfizer, Moderna memiliki cara kerja dengan teknologi mRNA, bukan dari kembangan virus yang sudah ada sebelumnya. Menurut ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci Moderna memberikan hasil yang baik melawan Covid-19.

Untuk penyimpanan vaksin Moderna tidak sesulit pfizer. Vaksin Moderna bisa disimpan di lemari pendingin selama 30 hari hingga 6 bulan dengan suhu minus 20 derajat celcius. 

3. Sinovac

Jenis vaksin keluaran perusahaan farmasi Tiongkok ini belum mengantongi izin FDA. Namun, Indonesia sudah mendatangkannya langsung dari produsen pembuat vaksin Sinovac. Rencananya, vaksin ini akan digunakan sebagai vaksinasi di Indonesia. 

Akan tetapi, hingga saat ini masih menunggu hasil dari uji klinis tahap III yang tengah dilakukan para ahli di Bandung dan Brasil. Setelah izin dari pihak BPOM Indonesia keluar barulah vaksin ini akan didistribusikan ke berbagai wilayah tanah air, terutama daerah dengan kasus Corona terbesar.

Cara kerja vaksin Sinovac berbeda dengan Pfizer dan Moderna, yakni dengan menggunakan vaksin inaktif teknologi. Metode ini melemahkan virus yang sudah ada untuk membuat vaksin.Virus yang sudah dilemahkan dapat merangsang tubuh manusia membuat antibodi yang mampu menahan serangan Covid-19.

Untuk penyimpanan vaksin ini jauh lebih mudah dibanding dengan Pfizer dan Moderna, karena hanya perlu disimpan di lemari es dengan suhu berkisar -2 hingga -8 derajat celcius. Vaksin Sinovac dapat bertahan hingga 3 tahun dengan penyimpanan yang benar. 

Penyimpanan yang mudah dan jangka waktu panjang membuat negara dengan fasilitas kurang memadai lebih memilih jenis vaksin ini, seperti Indonesia, Brasil, dan Bangladesh.

Telah ditemukannya vaksin virus Corona membuat harapan semakin besar untuk bisa melewati pandemi dan hidup normal seperti sebelumnya. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama semua pihak agar pengembangan vaksin ini dapat berjalan dengan baik. 

Anda membutuhkan informasi lainnya seputar virus Corona atau penyakit lainnya? Jangan ragu untuk berkunjung ke Halodoc. Tersedia berbagai informasi dunia kesehatan pengobatan, dan informasi teranyar mengenai perkembangan Covid-19.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini